Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan bahwa pasukan negaranya akan memiliki kebebasan bertindak di Jalur Gaza meskipun perang dengan Hamas telah berakhir. Katz menegaskan dalam sebuah posting di media sosial bahwa setelah melumpuhkan kemampuan militer dan pemerintahan Hamas di Gaza, Israel berencana untuk menjaga keamanan wilayah tersebut sepenuhnya, serupa dengan kendali yang dimiliki di Yudea dan Samaria (Tepi Barat).
Pernyataan Penting:
-
Pengendalian Keamanan: Israel berencana untuk memiliki kendali keamanan penuh di Gaza dan kebebasan untuk tindakan militer di sana.
-
Pendapat Yoav Gallant: Pendahulu Katz, Yoav Gallant, sebelumnya menentang kendali berkelanjutan Israel atas Gaza dan menekankan perlunya rencana pasca-perang tanpa pemerintahan militer.
-
Perubahan Kepemimpinan: Katz menggantikan Gallant sebagai Menteri Pertahanan, dengan dugaan dukungan terhadap pandangan Perdana Menteri Netanyahu terkait Gaza.
Meskipun mantan Menteri Pertahanan, Yoav Gallant, menyuarakan penolakan terhadap kendali sipil Israel di Gaza, Katz diyakini lebih sejalan dengan pandangan Netanyahu, yang pada bulan November lalu memecat Gallant karena perbedaan pendapat mengenai kebijakan perang. Sejak Hamas merebut kendali penuh atas Gaza pada tahun 2007, wilayah tersebut telah menjadi pusat konflik dan tentangan antara faksi-faksi Palestina.